PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA BAGI KADER PKK DAN RELAWAN WANITA SE-KECAMATAN KARANGDOWO
KARANGDOWO - KLATEN – Kamis, 11 Juni 2026 Kecamatan Karangdowo Klaten bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan BPBD Kabupaten Klaten menggelar Pelatihan Pertolongan Pertama bagi relawan wanita dan kader PKK desa se- Kecamatan Karangdowo. Kegiatan yang berlangsung di aula Kecamatan Karangdowo dan diikuti oleh 40 ( empat puluh ) peserta ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi kedaruratan dan bencana di lingkungan sekitar.
Selain pertolongan pertama, peserta juga mendapatkan materi tentang perawatan keluarga (PK) yang mencakup tindakan preventif dan perawatan dasar untuk anggota keluarga yang sakit atau mengalami cedera ringan. Materi eco enzyme diperkenalkan sebagai solusi sederhana untuk pengelolaan limbah rumah tangga yang ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesehatan lingkungan sekitar. Sesi tentang kesiapsiagaan bencana membekali peserta dengan langkah-langkah praktis dalam menyusun rencana evakuasi keluarga, menyiapkan tas darurat, serta mengenali tanda-tanda bahaya di lingkungan rumah seperti potensi kebakaran atau kebocoran gas.

Ketua PMI Kabupaten Klaten Purwanto Anggono Cipto mengatakan bahwa Pelatihan dilaksanakan dengan metode kombinasi teori dan praktik. Pada sesi praktik, peserta berlatih teknik penanganan luka, pembalutan, tindakan pertolongan pada korban tersedak, serta simulasi evakuasi sederhana. Instruktur memberikan umpan balik langsung sehingga peserta dapat memperbaiki teknik dan memahami alasan di balik setiap langkah tindakan. Latihan simulasi kebakaran rumah dan penanganan ledakan kompor gas menjadi momen penting yang menumbuhkan kesadaran akan bahaya sehari-hari yang sering diremehkan.
Camat Karangdowo Slamet menyampaikan harapan agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dan ditularkan kepada keluarga serta tetangga di lingkungan masing-masing. Dengan demikian, pembentukan keluarga dan masyarakat yang tangguh bukan hanya menjadi slogan, melainkan nyata dalam bentuk kesiapan menghadapi kondisi darurat. Kader PKK dan anggota Wanita Tani yang aktif di komunitas memiliki posisi strategis untuk menyebarluaskan pengetahuan ini melalui pertemuan rutin, posyandu, dan kegiatan kelompok tani.

Slamet menambahkan bahwa pelatihan ini guna menumbuhkan nilai solidaritas dan kepedulian sosial. Peserta saling berbagi pengalaman dan kekhawatiran terkait kondisi kesehatan keluarga, serta berdiskusi tentang cara-cara sederhana untuk meningkatkan keselamatan di rumah. Interaksi ini memperkuat jejaring sosial lokal yang sangat berguna saat terjadi bencana, ketika koordinasi cepat dan saling bantu menjadi kunci penyelamatan
What's Your Reaction?




