HIKMAH PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD DAN DITETAPKAN SEBAGAI HARI LIBUR NASIONAL

 HIKMAH PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD  DAN DITETAPKAN SEBAGAI HARI LIBUR NASIONAL

KARANGDOWO KLATEN JAWA TENGAH, SENIN 24  Agustus 2025 –  Selasa 25 Agustus 2026 Merupakan Hari Libur Nasional sebagaimana yang ditetapkan oleh Pemerintah.  Pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1497/2025, Nomor 2/2025, dan Nomor 5/2025. Telah menetapkan hari-hari sebagai hari libur nasional. Salah satunya adalah peringatan Maulid Nabi jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Peringatan ini menjadi momen penting bagi umat Islam untuk mengenang teladan akhlak mulia Rasulullah SAW.  Namun, peringatan Maulid Nabi bukanlah sekadar seremoni keagamaan tahunan tanpa makna. Ada kedalaman nilai spiritual dan pesan akhlak yang sangat luas di dalamnya. Lantas, apa saja hikmah yang bisa diambil oleh umat Islam.



Makna Hakiki Peringatan Maulid Nabi
Secara filosofis, memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW bermakna merayakan kehadiran pencerahan dan rahmat terbesar yang Allah SWT turunkan ke muka bumi.  Kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah fajar baru yang mengubah jalannya peradaban manusia, dari era kegelapan (jahiliah) menuju cahaya baru yang terang benderang . Allah SWT menegaskan makna diutusnya Rasulullah SAW dalam Surah Al-Anbiya ayat 107:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

Artinya: "Dan Kami tidak mengutus engkau ( Muhammad ), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."

 

Hikmah Utama Memperingati Maulid Nabi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki sejumlah beberapa hikmah  di antaranya :

  1. Mengungkapkan Kebahagiaan atas Kelahiran Nabi
    Sayyid Muhammad Al Maliki dalam kitabnya, seperti dilansir NU Online, menjelaskan rasa bahagia yang diungkapkan saat memperingati kelahiran Nabi SAW sejatinya adalah wujud rasa syukur, karena kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan anugerah terbesar bagi umat Islam. Sudah sepatutnya bahagia ketika memperingati kelahirannya dapat menumbuhkan semangat untuk semakin mengikuti sunnah ajarannya.
  2. Menumbuhkan Kembali Mahabbah kepada Rasulullah SAW
    Dalam buku Pro Kontra Hukum Perayaan Maulid Nabi SAW karya Linda Novianti, perayaan Maulid dapat menjadi ajang untuk menumbuhkan kembali semangat umat Islam untuk menjaga rasa cintanya pada Rasulullah SAW. Meskipun beliau telah lama meninggalkan dunia, ajaran dan kasih sayangnya masih terus tercurah sampai sekarang.
  3. Wujud Rasa Syukur atas Rahmat Allah SWT
    Mengutip firman Allah dalam Surah Yunus ayat 58, umat Islam diperintahkan untuk bergembira atas karunia dan rahmat-Nya. Kelahiran Rasulullah adalah rahmat terbesar, sehingga merayakannya dengan sedekah, doa, dan bacaan Al-Qur'an merupakan wujud syukur yang sangat mulia.
    Mendengarkan kisah perjalanan hidup (sirah) dan perjuangan Rasulullah SAW saat majelis Maulid dapat menyegarkan kembali rasa rindu dan cinta kita kepada beliau. Cinta kepada Nabi SAW adalah bagian dari kesempurnaan iman.
  4. Sebagai Ajang Syiar dan Dakwah
    Peringatan Maulid yang diselenggarakan harus mengandung manfaat kepentingan untuk dakwah Islam. Dengan mengadakan perkumpulan pengajian, peringatan itu menjadi momen untuk menyebarkan agama dan mengenalkan Baginda Nabi.
  5. Menghadirkan Ilmu dan Kebaikan
    Acara Maulid yang mengumpulkan masyarakat di masjid atau lapangan menjadi sarana ampuh untuk mempererat silaturahmi sekaligus berbagi ilmu. Tradisi memberi makan (ith'am ath-tha'am) dan santunan anak yatim saat Maulid juga memperkuat rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat.
    Hikmah Maulid Nabi hendaknya tidak menguap begitu saja setelah acara selesai. Selain itu, baiknya juga meneladani bukti nyata dengan perubahan perilakunya menjadi lebih baik.



 

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0