KECAMATAN KARANGDOWO TAMPIL MEMUKAU DALAM KARNAFAL BUDAYA KABUPATEN KLATEN TAHUN 2026

KECAMATAN KARANGDOWO TAMPIL MEMUKAU DALAM KARNAFAL BUDAYA KABUPATEN KLATEN TAHUN 2026

KARANGDOWO KLATEN JAWA TENGAH – Selasa, 18 Agustus 2026 -  Memperagakan  petani zaman kuno kontingen Kecamatan Karangdowo tampil memukau pada karnaval budaya Kabupaten Klaten Tahun 2026.  Dengan 50 ( lima puluh ) peserta dibalut seragam motif kuno dengan gerak tari yang kompak dan iringan musik gugur gunung membuat suasana hanyut dan memukau ribuan penonton yang menyaksikan Karnaval Budaya di sepanjang jalan Pemuda Klaten.

Secara geografis Karangdowo banyak potensi hamparan persawahan. Disertai Tari kolosal gugur gunung yang  kompak dan serasi dengan seragam model jaman kuno hal menggambarkan keguyub rukunan  warga masyarakat dalam menjaga dan nguri -uri budaya nenek moyang kita dalam mengelola potensi persawahan dengan keguyub rukunan dalam kehidupan sehari hari. Memiliki Potensi Sawah yang luas dan subur yang merupakan penyangga pangan nasional maka perlu dirawat dengan baik, lebih dari itu potensi sawah ini sebagai sarana untuk mempersatukan dan mengguyub rukunkan warga masyarakat Karngdowo dan sekitarnya. 

Camat Karangdowo Slamet yang memimpin langsung kontingen dari Karangdowo mengatakan Tema Mataram kuno. “Filosofinya petani kuno penggarap sawah,  dengan potensi hamparan sawah  di wilayah Karangdowo yang luas dan subur.  Jejak sejarah dari mataram kuno hingga saat ini masih kelihatan dan terawat dengan baik di Karangdowo.  Beberapa situs kuno seperti Gunung, Makam seperti  gunung wijil di Desa Kupang, makam ki ageng Karang di Desa Karang Talun, makam Kencono ungu di Sentono, dan beberapa Prajurit serta Tumenggung jaman Mataram Kuno  yang menurut cerita menjadi asal muasal desa Munggung yang merakyat mengajarkan guyub rukun, saling gotong royong, bahu membahu  dalam kehidupan sehari hari yang diceritakan  dalam merawat harmoni dan menggarap potensi sawah sebagai petani “ imbuhnya.

 

Camat Karangdowo Slamet mengatakan lagu gugur gunung merupakan budaya peninggalan nenek moyang kita yang menggambarkan Lagu "Gugur Gunung" dari Jawa Tengah bermakna ajakan untuk bergotong royong, bahu-membahu, dan bekerja sama tanpa pamrih. Secara kiasan, lagu ini menyampaikan pesan bahwa pekerjaan seberat apa pun akan terasa ringan dan mudah diselesaikan jika dikerjakan bersama-sama untuk kepentingan bersama.

 

What's Your Reaction?

like
1
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0