RELAWAN WANITA KARANGDOWO ANTUSIAS MENGIKUTI PELATIHAN PERTOLONGAN PERTAMA KEBENCANAAN
KARANGDOWO KLATEN Kamis, 11 Juni 2026 Kecamatan Karangdowo bekerja sama dengan PMI ( Palang Merah Indonesia ) Kabupaten Klaten dan BPBD ( badan Penanggulangan Bencana Daerah ) Kabupaten Klaten menggelar Pelatihan Pertolongan Pertama bagi Relawan Wanita Karangdowo. Kegiatan yang di ikuti Relawan Wanita desa se-kecamatan Karangdowo, Wanita Tani dan Anggota PKK Desa Se-Kec9/amatan Karangowo dilaksanakan di aula Kecamatan Karangdowo.

Ketua PMI Kabupaten Klaten Purwanto AC yang membuka pelatihan tersebut mengatakan “Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan rutin kita yaitu Latansa ( Latihan Wanita Siaga ) di mana muatan kegiatan tersebut adalah memberikan bekal kepada relawan wanita, karena wanita adalah garda terdepan yang harus mempunyai kemampuan memberikan pertolongan pertama sewaktu-waktu ada kejadian tertentu, setidaknya dapat memberikan pertolongan awal sehingga tidak terjadi permasalahan yang lebih besar sebelum datang tenaga ahli," ujarnya.
Camat Karangdowo Slamet mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan pelatihan ini. Slamet berharap relawan wanita Karangdowo setidaknya dapat menolong dan melindungi bagi diri sendiri dan keluarga, selain itu tentunya dari ilmu maupun ketrampilan yang didapat pada pelatihan ini dapat di bagikan kepada ibu-ibu dilingkungannya masing-masing sehingga diharapkan ibu-ibu relawan wanita dimana pun berada akan dapat menangani permasalahan dan memberikan pertolongan awal.
Instruktur BPBD Kabupaten Klaten Hadi Susanto memberikan tehnik pertolongan awal seperti menangani kompor di rukah, mati lampu, ada kebakaran kecil agar tidak panik serta memberikan pertolongan karena bencana alam, ketika menemui kecelakaan dan sebagainya. Relawan wanita Karangdowo sangat antusias dan semangat mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir, dan berharap pelatihan sejenis dapat diagendakan setiap tahun.
Salah satu peserta pelatihan Yuli mengatakan " sangat senang mengikuti pelatihan ini, jadi tahu membuat eco enzim, bisa merawat luka dalam suasana darurat, tidak panik menghadapi kecelakaan misalnya, bisa menolong pertama sebelum mendapatkan pertolongan dari nakes, kalau bisa pelatihan sejenis sering dilakukan dengan melibatkan PKK, relawan wanita seperti ini dan ditingkatkan dengan ilmu pengetahuan atau ketrampilan yang baru " ujarnya.
What's Your Reaction?