ANTISIPASI PANGAN KEDALUWARSA TIM GABUNGAN KECAMATAN KARANGDOWO SIDAK PASAR DAN PERTOKOAN
( sidak keamanan pangan di pasar dan pertokoan )
KARANGDOWO KLATEN - Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H / 2026 M, tim gabungan yang terdiri Pemerintah Kecamatan Karangdowo, Puskesmas Karangdowo, serta unsur keamanan dari Polsek dan Koramil Karangdowo melakukan inspeksi peredaran bahan pangan di masyarakat menjelang lebaran tahun ini. Langkah ini diwujudkan untuk pembinaan yang menyasar pada pasar Tradisional, minimarket, Toko kelontong dn Pusat Grosir di wilayah Kecamatan Karangdowo Jum’at ( 13/03/2026 ).
Kepala Puskesmas Karangdowo Dr. Fitria menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan langkah krusial untuk mencegah terjadinya kasus yang tidak diinginkan seperti keracunan pangan. Menurutnya, lonjakan permintaan kebutuhan pokok menjelang lebaran sering kali dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk menyelipkan produk yang sudah tidak layak konsumsi untuk dijual.
“Pengawasan dilakukan untuk memastikan produk makanan yang beredar di masyarakat aman dikonsumsi. Keracunan pangan salah satu penyebabnya adalah makanan yang tidak layak konsumsi. Menjelang lebaran biasanya permintaan meningkat sehingga kita perlu mengantisipasi sejak dini. Dalam kondisi toko ramai pembeli, terkadang ada yang masih menjual produk kedaluwarsa, sementara di warung konvensional produk kedaluwarsa terkadang tetap dijual karena pedagang merasa sayang jika dibuang,” ujar dr. Fitria.
Senada dengan hal tersebut, Camat Karangdowo Slamet, menekankan bahwa kehadiran tim di lapangan bukan bertujuan untuk menjatuhkan pelaku usaha, melainkan demi perlindungan bersama. Ia menginstruksikan tim agar mengedepankan komunikasi yang santun dan efisien agar tidak mengganggu kenyamanan operasional toko maupun konsumen yang sedang berbelanja.
“Tujuan kita bukan mencari kesalahan, tetapi melindungi konsumen sekaligus produsen. Karena itu saat masuk lokasi harus diawali dengan permisi, memperkenalkan diri, menjelaskan tujuan, dan menggunakan waktu secara efisien agar tidak menimbulkan rasa tidak nyaman,” tegas Slamet saat memberikan arahan kepada tim sebelum turun ke lapangan.
Dalam teknis pemeriksaannya, petugas mencermati berbagai indikator kerusakan produk, mulai dari kemasan kaleng yang penyok, perubahan warna dan tekstur, hingga tanggal kedaluwarsa yang sudah lewat. Petugas kesehatan lingkungan Puskesmas Karangdowo, mengungkapkan bahwa dalam sidak kali ini tim masih menemukan beberapa produk yang sudah kedaluwarsa namun masih dipajang di etalase, serta produk kalengan dalam kondisi rusak.
“Hasil sidak masih ditemukan produk kedaluwarsa yang ada di etalase dan belum ditarik, termasuk kemasan kaleng rusak serta makanan dengan kondisi sudah tidak layak. Produk-produk tersebut harus segera ditarik dari display dan pihak pengelola diminta segera menukarnya kepada produsen agar tidak sampai terbeli oleh masyarakat,” jelas Fitria
Menanggapi temuan tersebut, Slamet kembali mengimbau warga Karangdowo dan sekitarnya agar menjadi konsumen yang lebih kritis saat berbelanja kebutuhan hari raya. Ia meminta masyarakat tidak hanya melihat harga, tetapi juga memeriksa kondisi fisik dan informasi pada kemasan secara mendalam.
“Pada kesempatan ini saya menghimbau kepada masyarakat Karangdowo untuk dapat menjadi konsumen yang cermat dan teliti dengan mengecek terlebih dahulu barang yang akan dibeli terkait bahan, kandungan gula, kondisi kemasan, serta tanggal kedaluwarsa sehingga mendapat barang yang benar-benar aman dikonsumsi,” pungkas Slamet.
What's Your Reaction?



